"Melayani dengan Baik, Profesional dan Akuntabel" Kritik, saran, dan pertanyaan bisa lewat email sungkaijaya01@gmail.com / Facebook KUA Sungkai Jaya
Pelayanan pada KUA Sungkai Jaya meliputi Bimbingan Perkawinan, Pencatatan Nikah, Rekomendasi Nikah, Keterangan Belum Menikah, Rekomendasi Haji, Keterangan Mahrom, Duplikat Buku Nikah, Legalisasi Buku Nikah, Pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW), Sertifikat Mualaf, Konsultasi Masalah Keluarga, SK Pengurus Masjid dan masalah keagamaan lainnya.
Tampilkan postingan dengan label Kementerian Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kementerian Agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2018

Kementerian Agama Lampung Utara Uji Coba SIMKAH Online

Peserta Uji Coba SIMKAH Berbasis WEB

SENIN, 20 Agustus 2018, sebanyak 23 peserta perwakilan dari 23 Kecamatan se-Kabupaten Lampung Utara mengikuti Pembinaan Peningkatan Kualitas Penghulu dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Hotel Cahaya, Kotabumi. kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Qomaru Zaman, ini ditekankan pada penguasaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) berbasis online atau biasa disebut SIMKAH WEB. Karena itu peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya Penghulu dan Kepala KUA, melainkan juga menghadirkan operator SIMKAH dari beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungkai Jaya.
             “Lampung menjadi Pilot Project (proyek percontohan) SIMKAH berbasis WEB,” kata Didi Sumardi, salah satu pemateri pada kegiatan ini. Karena itu menurut Kepala KUA Kecamatan Kotabumi Selatan ini, walaupun SIMKAH WEB belum resmi diluncurkan secara nasional, Lampung, khususnya Lampung Utara diminta untuk menguji coba aplikasi ini. Diharapkan semua KUA di Kabupaten Lampung Utara sudah bisa “Log In” dan sudah bisa mencetak buku nikah dari SIMKAH WEB, dengan demikian grafik penikahan sudah bisa terlihat. Selain itu uji coba ini untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada sistem ini, untuk kemudian mendapatkan perbaikan dan penyempurnaan.

Selasa, 13 Maret 2018

Bagaimana Jika Data di Buku Nikah Tidak Sama dengan di Ijazah?


Assalamu’alaikum. Pak, ada warga Sri Jaya yang data di buku nikahnya tidak sama dengan ijazah dan identitas kependudukan yang lain. Apakah bisa diperbaiki dan disamakan dengan berkas lainnya? Andri, Sri Jaya.
            Wa’alaikum salam. Kasus data kependudukan tidak sinkron (sama) dengan data kependudukan yang lainnya memang banyak ditemui dimasyarakat. Misalnya penulisan nama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak sama dengan di Kartu Keluarga (KK) atau dengan ijazah  atau dengan berkas lainnya. Ada juga kesalahan ada pada tanggal, bulan dan tahun kelahiran. Karena itu setiap mengurus berkas-berkas apapun termasuk berkas permohonan pencatatan nikah sebaiknya calon pengantin mengurus sendiri tanpa melalui perantara untuk meminimalisir kesalahan data.
Sebelum kesalahan terjadi maka periksa kembali semua berkas ketika hendak mengurus atau mendaftarkan pencatatan nikah. Karena itu untuk meminimalisisr kesalahan data, petugas biasanya meminta melampirkan seluruh berkas tambahan berupa KTP, KK, Akte Kelahiran, Ijazah dan lainnya. Jika terdapat beberapa data yang berbeda segera sampaikan ke petugas pencatat nikah untuk dicari jalan keluarnya.

Rabu, 03 Januari 2018

Upacara HAB Kemenag ke-72, ASN Masih Banyak Tidak Disiplin

Upacara HAB Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara di Stadion Sukung Kotabumi/Foto: Amirul Huda
UPACARA memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama (HAB Kemenag) ke-72 di Kabupaten Lampung Utara yang berlangsung hari ini (Rabu, 03/01) di Stadion Sukung Kotabumi, masih diwarnai dengan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak disiplin. Beberapa ASN terlihat dengan jelas saling mengobrol, bermain-main ponsel saat upacara tengah berlangsung. Bahkan tidak sedikit yang duduk-duduk atau berdiri dibarisan belakang dan tidak mengikuti upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, M. Samsir itu. Beberapa ASN yang lain mencoba saling mengingatkan untuk diam dan disiplin namun seolah tidak digubris. Insiden kecil berupa ketidaksiplinan oknum ASN Kemenag tersebut tentu saja bertentangan dengan upaya Kemenag itu sendiri yang tengah membangun citra positif ditengah masyarakat, apalagi pada upacara tersebut turut dihadiri para siswa sekolah. Ketidaksiplinan yang dipertontonkan oknum ASN tersebut bisa menjadi contoh buruk didepan para siswa.