"Melayani dengan Baik, Profesional dan Akuntabel" Kritik, saran, dan pertanyaan bisa lewat email sungkaijaya01@gmail.com / Facebook KUA Sungkai Jaya
Pelayanan pada KUA Sungkai Jaya meliputi Bimbingan Perkawinan, Pencatatan Nikah, Rekomendasi Nikah, Keterangan Belum Menikah, Rekomendasi Haji, Keterangan Mahrom, Duplikat Buku Nikah, Legalisasi Buku Nikah, Pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW), Sertifikat Mualaf, Konsultasi Masalah Keluarga, SK Pengurus Masjid dan masalah keagamaan lainnya.
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2018

Khutbah Jumat: Berprasangka Baik Bila Musibah Terjadi

Ilustrasi: Tribunnews.com
اَلْحَمْدُ لِلهِ الدي . نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ . وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّابَعْدُهُ.  فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَي اللهِ . اِتَّقُوْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.بسم الله الرحمن الرحيمِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
Jamaah jumat rahimakumullah. Tahun ini setidaknya kita mendapatkan dua kabar duka dari saudara-saudara kita yang terkena gempa di Lombok dan Gempa-Tsunami di Sulewesi Tengah, tepatnya di Palu, Donggala dan sekitarnya. Maka mari kita berdoa semoga mereka cepat mendapat pemulihan, dan akan lebih baik kalau kita bisa membantu mereka dengan harta atau apapun yang diperlukan oleh mereka. Selain itu setiap kali kita mendengar kabar duka atau musibah, janganlah kita mudah berprasangka buruk kepada korban gempa. Misalnya kita mengatakan mereka ditimpa bencana pasti karena mereka melakukan banyak kemaksiatan dan sebagainya, karena itu kemudian Allah memberi adzab kepada mereka. Padahal urusan ghaib semacam itu hanya Allah yang tahu, bisa benar bisa juga tidak. Maka jangan mudah mengatakan bahwa musibah yang menimpa orang lain adalah sebagai hukuman dari-Nya. Dan jangan menganggap kebebasan kita dari musibah adalah bukti bahwa kita orang baik yang sedikit dosa dan kesalahan. Boleh jadi—seperti sabda Nabi—orang yang sedang mendapat musibah adalah orang-orang yang justru dicintai-Nya dan akan diangkat derajatnya. Wallahu a'lam.

Maka ketika ada musibah yang menimpa kita, kita segera instrospeksi diri, jangan-jangan selama ini kita banyak melakukan dosa dan kesalahan. Tetapi  sebaliknya, jika musibah terjadi pada orang lain seperti yang terjadi di Lombok dan Sulawesi, alangkah baiknya kita menjaga lisan kita untuk tidak gampang menuduh dengan prasangka yang negatif kepada korban gempa, tsunami ataupun musibah lainnya. Karena kita sebagai orang yang beriman diperintahkan oleh Allah untuk tidak mudah su’udzan, berprasangka buruk, baik berprasangka buruk kepada orang lain, maupun berprasangka buruk kepada Allah. Karena prasangka buruk ini selain bisa merusak ketenangan jiwa, bisa mengakibatkan saling curiga dan tidak percaya, bisa merusak keharmonisan antar sesama, kita diperintahkan menjauhi prasangka juga karena berprasangka buruk adalah termasuk perbuatan dosa. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (Alhujurat: 12).

Selasa, 07 Agustus 2018

Bagaimana Do'a Memotong Qurban dan Aqiqah?


BAPAK Penghulu Sungkai Jaya yang terhormat, sebentar lagi memasuki bulan haji dimana banyak orang memotong hewan qurban, mohon diberitahu bagaimana cara (do'a) memotong hewan qurban? Kemudian saya juga kadang disuruh oleh warga untuk memotong hewan aqiqah, bagaimana juga do'anya? Demikian terima kasih. Nawawi, Cempaka Barat.

Bapak Nawawi, berqurban bagi umat Islam memang sangat dianjurkan bisa dilaksanakan setiap tahun. Boleh juga pertiga tahun, pertujuh tahun, atau kapan saja ketika mampu dan mau, minimal bisa melaksanakan sekali dalam seumur hidup. Tetapi waktunya terbatas hanya di bulan Dzulhijjah, itu juga masih terbatas hanya ditanggal 10 Dzulhijjah dan dua hari setelahnya, yakni 11 dan 12 Dzulhijjah. Ada juga yang berpendapat sampai  tiga hari sesudahnya,yakni hingga tanggal 13 Dzulhijjah.  Karena terbatasnya waktu untuk berqurban itu, maka ibadah ini sangat dianjurkan, bahkan menurut beberapa pendapat boleh berqurban dengan berhutang, dengan catatan ada gambaran atau keyakinan mampu membayarnya dilain waktu.

Rabu, 01 Maret 2017

Mengapa Harus Nadhor?

Ilustrasi: Pasangan calon pengantin
Oleh Amirul Huda
Penghulu Pertama KUA Sungkai Jaya


SALING tertarik antar lawan jenis adalah fitrah manusia. Ketika sudah sama-sama memiliki ketertarikan, jalan untuk mewujudkan kehidupan bersamanya adalah dengan menikah. Dan sebelum menikah biasanya laki-laki dan perempuan mencoba saling mengenal satu sama lain. Salah satu caranya yakni dengan melihat si calon alias nadhor. Dimasa sekarang dimana interaksi dan pergaulan  laki-laki dan perempuan sudah semakin terbuka, masih perlukah nadhor?
          Dari beberapa diskusi tentang masalah pernikahan, pertanyaan tentang nadhor masih sering muncul, masihkah relevan dengan kondisi saat ini ataukah tidak. Apakah nadhor hanya berlaku bagi laki-laki saja atau juga berlaku bagi perempuan? Penulis tertarik mengulas topik yang satu ini.

Kunjungan Kerja dan Pembinaan MUI Kabupaten Lampung Utara

Dari Kiri: Wakil Ketua MUI Lampung Utara, Drs. H. Makmur, M.Ag,
Nasoha (mewakili Camat Sungkai Jaya), H. Azis Musyafa, S.Ag (Kepala
KUA SUngkai Jaya, Ust. Jasmo (Wakil Ketua MUI Sungkai Jaya),
Koriansyah, SE (Kepala Desa Cempaka). 27 Desember 2016.

Kepala KUA dan Penghulu KUA Sungkai Jaya bersama sebagaian panitia